Cek Informasi Viral di “Hoax or Not” Detik.com

Cetak artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Detik Hoax or Not
RAGAM informasi melalui media online menyerbu netizen. Tak jarang, kabar bohong menyaru seakan-akan informasi yang valid. Kabar bohong atau hoax memicu munculnya keresahan atau kekhawatiran di masyarakat. Merespon fenomena ini, Detik.com meluncurkan kolom Hoax or Not sejak Januari 2016 lalu.

Jika seseorang ragu dengan edaran pesan instan, cobalah ia cek Hoax or Not Detik.com. Di situ terpampang sejumlah artikel yang ditulis oleh para jurnalis DetikNews. Artikel itu disusun berdasarkan isu kiriman netizen. Jika broadcast yang diterima netizen belum dikover DetikNews menjadi artikel, netizen dapat menginput isu pada kolom “Kirim Isu” di sisi kanan atas laman web.

Artikel verifikasi itu terdiri dari tiga bagian: Isu, Investigasi, dan Kesimpulan. Pada bagian isu, DetikNews mengupas moda peredaran pesan instan yang dicurigai sebagai kabar bohong. Format asli pesan instan itu juga dipajang.

Pada bagian Investigasi, verifikasi dilakukan DetikNews. Sumber-sumber terkait dalam info tercurigai hoax dihubungi oleh DetikNews, atau dilacak asal mulanya. Misalnya, DetikNews mengontak dua pejabat pemerintah untuk broadcast tentang “big data security.”. Verifikasi juga menuntut DetikNews melacak asal mula akun penyebar meme. Ambil contoh kasus satu foto pengantin pria dengan tiga pengantin wanita. DetikNews melacak hingga ke akun medsos penyebar kabar.

Hoax atau tidaknya informasi ada pada bagian kesimpulan. Pada kasus big data security, DetikNews menyimpulkan broadcast tersebut adalah bohong Terkadang tak seluruh informasi yang beredar adalah bohong. Foto pengantin yang beredar viral itu asli, namun keterangan foto tidak benar. Meski foto benar, keterangan foto yang salah menggiring ke informasi hoax.

Hoax or Not Detik.com mencegah netizen termakan kabar bohong. Pihak yang difitnah juga mendapat ruang untuk klarifikasi.

(SP/DP)