Instant Articles: Berkawan Dengan Media Sosial

Cetak artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Semakin jarang orang mencari berita langsung ke portal berita, melainkan melalui link yang tertaut di media sosial (baca: Tiga Jalan Menuju Berita Online). Agar tetap diakses, mau tidak mau para Publisher harus berkawan dengan media sosial.

Memanfaatkan kesempatan, media sosial mengembangkan aplikasi penampil berita dalam platformnya. Setelah ada Yahoo News Digest muncul Line News Digest pada 14 Maret 2016 lalu (baca: Membaca Berita melalui Line News Digest). Serupa tetapi tak sama, tepat 12 April 2016 lalu, Facebook meluncurkan fitur Instant Articles yang sudah dikenalkan satu tahun sebelumnya. Artinya, fitur ini sudah resmi dapat dimanfaatkan para publisher dan dinikmati para pengguna.

Fitur terbaru Facebook ini bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, bukan hanya para publisher besar. Facebook membuka kesempatan kepada siapa saja yang ingin menyematkan berita dengan mendaftar di instantarticles.fb.com. Facebook berharap semakin tinggi kesempatan para publisher, baik pemula maupun yang sudah mapan, untuk bertemu dengan pembaca.

Berbeda dengan dengan aplikasi berita di media sosial lain, Instant Articles menawarkan cara baru dalam membaca berita. Jika Yahoo News Digest dan Line News Digest berfungsi sebagai news agregator, aplikasi ini benar-benar ‘memasukkan’ berita ke dalam Facebook. Jika news agregator mengantarkan pengakses ke laman utama berita, Instant Articles memungkinkan pengguna membaca berita dengan tetap berada di Facebook.

Dengan inovasi ini, pengguna mengakses berita dengan lebih cepat dibandingkan mengakses laman utama dari berita tersebut. Ditambah dengan fitur gambar, video, suara, sekaligus maps yang dapat disematkan ke dalam laman, membuat berita lebih atraktif. Dengan konsekuensi, pengguna semakin loyal ke Facebook dan semakin jarang mengakses laman utama portal berita (baca: Membaca Berita di Facebook Dilema Bisnis para Publisher).