Peluncuran Situs DIGI-JOURNALISM

Cetak artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diskusi diselenggarakan pada 10 September 2015.

IMG_8497

Kiri ke Kanan: Dodi Ambardi, Adam Sukarno, Imam Wahyudi, dan Bambang Muryanto.

SITUS Digi-journalism.or.id akan diluncurkan secara resmi pada 10 September 2015 di Bulaksumur Hall, UC UGM, pukul 08.00-13.00. Peluncuran tersebut akan disertai dengan agenda diskusi publik bertema “Jurnalisme Digital: Truth In The Making?”

Kuskridho Ambardi, pengelola situs Digi-Journalism.Or.Id sekaligus salah satu pemateri acara diskusi tersebut menuturkan, “Situs tersebut adalah upaya kami untuk mendekatkan hasil riset kami dengan publik pemerhati dan praktisi jurnalisme. Selanjutnya, platform tersebut kami harap bisa menjadi ruang diskusi publik untuk jurnalisme online Indonesia.”

Situs tersebut menjadi jendela riset sejumlah staf pengajar di Jurusan Ilmu Komunikasi yaitu Kuskridho Ambardi, Adam Sukarno, Gilang Parahita dan Lisa Lindawati mengenai rekaliberasi etika dan profesionalisme jurnalisme online Indonesia. Riset yang dibantu oleh Tifa Foundation tersebut diawali dengan diskusi terbatas bersama sejumlah jurnalis online dan pengamat di Jakarta pada Oktober 2014.

Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa beberapa aspek pada praktek jurnalisme telah berubah dengan adanya teknologi Internet saat ini. Misalnya, pers online kerap menurunkan berita yang belum lengkap unsur beritanya dan baru menyusulkan unsur yang lain pada berita berikutnya.

Sebagian peserta diskusi tersebut menyebut bahwa praktek tersebut mengarah pada penurunan kualitas jurnalisme, sementara yang lain menganggap adanya sejumlah cara yang ditempuh media online seperti penyuntingan bertingkat, pengelompokan berita setopik, sistem ralat, menunjukkan jurnalisme online masih kredibel dan etis.

Setelah diskusi tim riset tersebut melakukan penelitian analisis isi mengenai pemenuhan prinsip etika dan kredibilitas karya jurnalistik pada sejumlah media online Indonesia. Hasil riset menunjukkan ragam tingkatan pemenuhan prinsip etika dan kredibilitas berita online. Sebagian media online telah menyadari pentingnya kelengkapan berita dan pemenuhan prinsip cover both sides, sementara sebagian media online kuang memerhatikan hal-hal tersebut.

Diskusi tersebut menghadirkan Aliansi Jurnalis Independen Bambang Muryanto dan Dewan Pers Imam Wahyudi. Selain menghadirkan para pembicara kaliber nasional, peserta diskusi akan mendapatkan fasilitas makan siang dan buklet materi diskusi dengan jumlah terbatas.

(GP)