Quality News vs Popular News

Cetak artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kuskridho Ambardi, MA, Ph.D. mengatakan bahwa jurnalisme publik penting untuk dijalankan saat ini agar jurnalisme online tidak terjebak kepada jurnalisme yang dangkal (15/10).

Kuskridho Ambardi, MA, Ph.D. mengatakan bahwa jurnalisme publik penting untuk dijalankan saat ini agar jurnalisme online tidak terjebak kepada jurnalisme yang dangkal (15/10).

Peserta sedang menjalankan tugas workshop yang diberikan dalam Pelatihan Jurnalisme Publik di Media Online (15/10)

Peserta sedang menjalankan tugas workshop yang diberikan dalam Pelatihan Jurnalisme Publik di Media Online (15/10)

LEBIH dari 30 peserta berlatar belakang jurnalis online di media lokal DIY mengikuti workshop “Jurnalisme Publik di Media Online” pada Sabtu (15/10) di Wisma MM UGM. Workshop yang diselenggarakan oleh Digi-Journalism.or.id CfDS UGM dengan sponsor dari Tifa Foundation tersebut membekali para peserta dengan cara pandang jurnalisme publik untuk media online. Jurnalisme publik menekankan pada bobot kepublikan pada peristiwa atau isu jurnalistik dan pentingnya keberagaman perspektif dalam pemberitaan online sebab media online memiliki karakter interaktivitas dan hipertekstualitas.

“Media online Indonesia saat ini terjebak pada popular news untuk menggaet pembaca dan menaikkan hits. Padahal, quality news yang dalam hal ini kami maknai sebagai jurnalisme publik berpotensi menarik minat pembaca sekaligus memberi manfaat untuk demokrasi,” ujar Kuskridho Ambardi, MA, Ph.D yang menjadi salah satu instruktur dalam workshop tersebut.

Popular news adalah berita yang berbasis pada kepopuleran. Tema apa saja yang menarik minat masyarakat menjadi poin utama dalam popular news. Pemberitaan online yang harus cepat membuat media menjadi malas untuk melakukan reportase secara mendalam. Ditambah lagi, tren like dan share yang menjangkiti kaum muda sebagai pengakses dominan, menuntut media online untuk membuat berita yang menarik. Padahal, berita yang menarik belum tentu menjadi berita yang penting.

Lawan dari popular news adalah quality news. Jika popular news adalah produk jurnalisme yang mengutamakan kepopuleran, maka quality news adalah produk jurnalisme yang mengutamakan kualitas dari isi berita. Berita tidak lagi dibuat untuk memenuhi minat pembaca, tetapi berita lebih ditekankan untuk memenuhi kebutuhan informasi pembaca. Ciri utama dalam quality news adalah kecepatan cenderung diabaikan demi melakukan reportase yang mendalam.

Lalu, jenis berita mana yang cocok dengan jurnalisme publik? Pada dasarnya, jurnalisme publik adalah jurnalisme yang transparan kepada publik, menyajikan masalah serta solusi terkait kebijakan publik, dan menghindari sensasionalitas berita. Sejalan dengan kriteria jurnalisme publik tersebut, maka pantas kalau quality news lebih cocok jika disandingkan dengan jurnalisme publik. Hal ini didukung dengan berita berkualitas lebih mengutamakan isi berita dan mengabaikan sisi sensasionalitas,

Selain Kuskridho, Adam Sukarno, Gilang Parahita, dan Lisa Lindawati menjadi instruktur dalam workshop tersebut. Salah satu output dari workshop tersebut adalah para peserta merancang media online dengan prinsip-prinsip jurnalisme publik.