Tiga Jalan Menuju Berita Online

Cetak artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tiga-Jalan-Menuju-Berita-Online (2)

DALAM dunia hyperteks dimana semua konten bertautan satu sama lain, orang mempunyai banyak pilihan jalan untuk mengakses suatu laman tertentu. Pengguna bahkan tidak perlu tahu alamat detail dari suatu laman untuk bisa sampai ke laman tersebut. Cukup tahu kata kunci yang merepresentasikan isi laman tersebut, pengguna akan mudah menemukan alamat lengkapnya.

Pada Maret 2014 lalu, Pew Research Center mempublikasikan penelitiannya mengenai tiga jalan utama yang sering digunakan oleh masyarakat Amerika untuk mengakses berita online, yaitu 1) langsung ke alamat portal berita (direct), 2) melalui mesin pencari (Search), dan 3) melalui jejaring sosial, dalam hal ini facebook.  Hanya saja jalan tersebut tidak dipilih secara tunggal. Ada sebagian pengguna yang menggunakan dua bahkan tiga jalan sekaligus. Namun, sebagian besar mempunyai pilihan yang dominan.  (baca di link ini).

Ada 26 portal berita online yang menjadi objek dari penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setidaknya 20% pengguna dari 15 portal berita mengakses laman portal langsung ke URL portal berita tersebut. Sedangkan 11 portal yang lain, 20% penggunanya masuk ke laman portal berita melalui mesin pencari. Hanya 4 portal berita dimana lebih dari 20% penggunanya masuk melalui jejaring sosial facebook.

Lebih lanjut mengenai hasil penelitian ini, ada perbedaan tingkat keterlibatan (engagement) dari pengguna yang menggunakan jalan yang berbeda. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengguna yang mengunjungi laman portal berita secara langsung lebih lama bertahan di laman portal tersebut (rata-rata 4 menit 36 detik per kunjungan). Sedangkan yang melalui mesin pencari dan jejaring sosial cenderung tidak lama bertahan di laman tersebut (hanya berkisar 1 menit 41 detik). Selain itu, dari sisi jumlah laman yang diakses dalam portal berita yang sama, pengguna yang secara langsung mengunjungi portal (direct) bisa mengakses lebih banyak laman dibandingkan dengan yang melalui mesin pencari maupun jejaring sosial.

Kecenderungan tersebut menunjukkan perbedaan karakter pengguna. Hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti dikatakan bahwa pengguna tipe pertama (direct) adalah pengguna yang mempunyai kesadaran akan brand dari portal tersebut. Mereka adalah pengguna yang loyal terhadap brand portal berita online tertentu. Sehingga, mereka cenderung memilih langsung masuk ke laman berita dan mencari berita terkini yang disajikan oleh brand media tersebut.

Hal ini berbeda dengan pengguna tipe kedua (search), dimana pengguna tipe ini lebih fokus pada isu tertentu. Mereka tidak begitu peduli dengan sumber berita sehingga cenderung hanya sekilas bertahan di laman tertentu. Pengguna tipe ini memilih untuk berpindah dari laman yang satu ke laman yang lain, yang menyajikan informasi sesuai dengan isu yang sedang mereka cari. Laman mana yang mereka kunjungi sangat bergantung pada rekomendasi yang muncul pada laman mesin pencari.

Sedangkan pengguna tipe ketiga yang mengakses berita online melalui jejaring sosial adalah pengguna yang mencari berita secara acak. Mereka mengakses berita online ketika ada link yang dibagikan oleh orang-orang yang berjejaring dengan akunnya. Sehingga, keterlibatan mereka tidak setinggi orang-orang yang memang secara sadar dan mempunyai tujuan mengakses laman berita tersebut.

Meskipun cenderung acak dalam mengakses laman portal berita, sebagian besar pengguna media sosial (63%) mengakses jejaring ini untuk mencari informasi dan berita. Hal ini ditunjukkan oleh hasil penelitian terbaru dari Pew Research Center mengenai The Evolving Role of News on Twitter and Facebook. Ada fungsi yang berbeda dari kedua jejaring sosial ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, twitter mempunyai peran yang lebih besar dalam menyajikan berita terkini. Formatnya yang sederhana dan up to date menjadikan twitter lebih banyak digunakan untuk mengakses berita terkini dibandingkan dengan facebook. Selain itu, twitter digunakan oleh pengguna untuk mengikuti (follow) akun resmi organisasi pers, jurnalis, komentator, dan sumber terpercaya lainnya. Perilaku mengikuti ini tidak muncul di facebook. Facebook lebih banyak digunakan untuk berbagi berita dan memberikan komentar.

Di Indonesia, belum ada penelitian yang secara detail melihat kecenderungan pengguna mengakses berita online. Namun, penulis menangkap kecenderungan yang sama dari pengguna internet di Indonesia. Kecenderungan ini salah satunya dapat dilihat dari profil pengguna internet di Indonesia tahun 2014 yang dikeluarkan oleh APJII. Ada setidaknya empat hal yang paling banyak dilakukan oleh orang Indonesia saat mengakses internet, yaitu 1)menggunakan jejaring sosial (87.4%), 2)mencari info/searching/browsing (68.7%), 3)Instan Messaging (59.9%), dan 4)mencari berita terkini (59.7%).

Kecenderungan tersebut dikuatkan oleh data dari alexa.com. Peringkat 3 besar situs paling populer di Indonesia ditempati oleh mesin pencari (google.co.id dan google.com) dan jejaring sosial (facebook.com). Sedangkan portal berita online baru muncul di peringkat ke 6 (detik.com) kemudian peringkat ke 12 (kompas.com). Data tersebut menunjukkan bahwa jejaring sosial dan mesin pencari adalah platform yang sering diakses oleh masyarakat Indonesia dibandingkan dengan portal berita online secara spesifik.

Lebih detail mengenai kecenderungan pengguna dalam mengakses berita online dapat dilihat dari data masing-masing situs. Sebagai contoh detik.com (lihat data). Data alexa.com menunjukkan bahwa ada 11.5% pengunjung laman detik.com yang datang melalui mesin pencari. Selain itu, kecenderungan ini dapat dilihat pula dari situs yang sebelumnya diakses. Di laman tersebut disebutkan bahwa 20.5% pengunjung sebelumnya mengakses mesin pencari. Sedangkan 7.9% pengunjung sebelumnya mengakses facebook.

Begitu juga dengan kompas.com (lihat data).  Data alexa.com menunjukkan bahwa ada 13% pengunjung laman detik.com yang datang melalui mesin pencari. Sedangkan mengenai situs yang diakses sebelumnya, alexa.com menyebutkan bahwa 21.6% pengunjung sebelumnya mengakses mesin pencari. Sedangkan 10.8% pengunjung sebelumnya mengakses facebook.

Data tersebut memang tidak secara khusus menunjukkan cara bagaimana pengunjung masuk ke laman tersebut. Hanya saja setidaknya memberi gambaran bahwa pengunjung laman kedua portal berita online tersebut dalam waktu yang hampir bersamaan juga mengakses jejaring sosial dan mesin pencari. Hal ini menunjukkan bahwa mesin pencari dan jejaring sosial adalah platform yang mendominasi pengguna internet di Indonesia dan juga secara global.

Meskipun dari sisi keterlibatan berbeda, serangkaian data diatas menunjukkan bahwa portal berita tidak bisa berdiri sendiri dan menggantungkan pengguna yang langsung mengakses laman portal beritanya. Hanya 20% pengunjung portal berita yang masuk ke laman langsung dengan mengetik alamat URL. Itu artinya, 80% pengunjung portal masuk melalui setidaknya dua jalan yang lain. Dengan kata lain, Portal berita online sangat dipengaruhi oleh keberadaan mesin pencari dan jejaring sosial.  Hal inilah yang membuat kinerja portal berita online sangat bergantung pada logika keduanya (baca teroka mengenai traffic, baca kronika mengenai facebook dan publisher, dll).